Selamat Tinggal 22



Hampir aja aku lupa kalau punya tradisi ini, tradisi menyambut umur baru dengan satu tulisan. Sejujurnya aku bingung harus nulis apa, tapi melihat 2 tulisanku sebelumnya membahas highlight apa yang aku dapatkan di setiap tahun, sepertinya aku tahu apa highlightku di umur 22 ini: Cinta.

Berawal dari jatuh suka pada seseorang, akhirnya aku belajar banyak soal bentuk cinta. Aku pilih ini sebagai highlight karena bahkan sulitnya melebihi usahku menghadapi tumor di awal tahun kemarin, pun lomba inkubasi bisnis di akhir tahun lalu.

Tangisnya begitu banyak, keluhannya bertumpuk, durasinya juga bukan hanya satu dua bulan. Kalau baca tulisan-tulisanku, mungkin kalian sudah sampai bosan ‘mendengar’ aku bahas topik ini terus menerus. Tapi benar saja, ini highlightku setahun terakhir.

Kalau ditanya apa yang paling aku mau, jawabanku masih agar dihilangkan saja perasaannya. Karena sungguh, berat sekali rasanya harus membawa perasaan sekuat ini tanpa bisa apa-apa. Tapi aku tahu, penolakan juga bukan solusi. Jadi aku juga belajar untuk menerima, sambil terus bertanya apa yang sebenarnya sedang tuhan ajarkan lewat perasaan ini?

Saking kuat perasaannya, aku sampai mempertanyakan apakah ini yang disebut dengan cinta? Tapi dibanding memberi aku kesempatan untuk menjawabnya, tuhan justru seperti sedang memaksaku untuk menyadari banyak bentuk cinta lainnya, yang selama ini sudah ada di sekitarku.

Mulai dari kenyamanan hidup yang selama ini orang tuaku usahakan, kehadiran adik-adikku yang suportif, keberadaan teman-temanku yang satu frekuensi, sampai kesempatan-kesempatan baru yang tuhan berikan, aku rasa itu semua juga bentuk cinta; yang selama ini belum aku apresiasi dengan baik, dan baru aku syukuri seadanya.

Entah apakah itu benar-benar yang tuhan maksud, tapi sepertinya pelajaran soal cinta ini masih akan panjang perjalanannya. Jadi seperti biasa, mohon doanya teman-teman. Semoga di umur barunya ini, aya terus dimampukan untuk memilih pilihan yang bijak, dan selalu ingat bahwa satu-satunya yang pasti hanyalah kematian. 

Aamiin yaa rabb. Semoga doa-doa baiknya kembali ke kalian dalam bentuk yang jauh lebih baik, terimakasih sudah hadir jadi bagian dari pembacaku!

 

Komentar