Input-ku akhir-akhir ini lagi banyak tentang kisah suksesnya seseorang dan perjalanan bagaimana mereka bisa mencapainya.
Sukses yang aku maksud di sini adalah bagaimana mereka sudah menemukan keseimbangan dalam hidupnya; entah itu passion dengan pekerjaannya, pemasukan bulanan yang stabil, gaya hidup yang sesuai dengan keinginan, dan hal-hal sejenis lainnya.
Dan kalian tahu apa kesamaan dari mereka semua? Umur mereka yang rata-rata
sudah 2-3 kali lipat dari umurku.
Iya mungkin ada yang sudah mulai stabil di umur 30-annya;
tapi biasanya tidak di umur 20-an mereka. Sebesar apapun pencapaian yang mereka
dapatkan di umur segitu, jika diceritakan dari sudut pandang mereka sendiri,
rata-rata sebagian besar isinya tetap kebingungan dan keraguan.
Mereka yang bisa bekerja sesuai passion, biasanya
sudah melewati banyak pekerjaan yang tidak sesuai dengan passionnya terlebih
dahulu. Mereka yang punya pemasukan stabil, biasanya pernah merasakan tidak
punya apa-apa sebelumnya. Mereka yang bisa punya gaya hidup sesuai dengan keinginan,
biasanya juga pernah banyak menahan diri saat masih terbatas.
Sesuatu yang mungkin seringkali kita lupa, saat yang kita
lihat sehari-hari adalah potongan hidup seseorang dari sosial media aja. Di
sosial media kita bisa tiba-tiba lihat teman kita punya pencapaian A,
pencapaian B, sukses meraih inilah, itulah, tanpa benar-benar tahu bagaimana
perjalanan di baliknya.
Padahal bisa jadi di balik hebat pencapaiannya tersebut,
sebenarnya ia sedang hilang arah. Di balik kerennya tampilan yang kita lihat,
ia sedang melawan keraguan atas dirinya sendiri. Di balik meriah postingan-postingannya,
ia juga sedang mempertanyakan hidupnya.
Sebuah reminder tersendiri bahwa umur 20-an memang
bukan umur untuk ‘figured out everything’. Karena jika kita belajar
dari mereka yang sudah lebih dulu mengalami, umur 20-an mereka memang umur
untuk berproses, umur di mana mereka banyak jatuh-bangun mencoba banyak
hal baru.
Bukankah jika memang begitu, tidak ada yang salah dengan
kita yang masih belum benar-benar tahu hidup kita akan seperti apa ke depannya?
Entah kalian setuju atau tidak, tapi aku rasa gak ada yang
salah dari bingung dan ragunya kita atas setiap langkah yang sedang kita ambil
sekarang. Toh semuanya masih pertama kali, jadi wajar jika belum tahu pasti
apakah ini yang paling tepat atau bukan.
Karena pada akhirnya mereka yang sudah bisa melangkah dengan
yakin juga pernah ada di fase mencari, tapi mungkin bedanya kita tidak banyak
melihat itu, karena apa yang lebih sering kita lihat adalah koleksi
pencapaian-pencapaian orang lain di sosial media.
Jadi mungkin sebenarnya tidak ada yang salah dengan
hidupku, selama aku tetap berproses dan tidak berhenti mencoba. Wajar jika sempat salah arah,
wajar jika ragu dalam memilih arah, wajar jika merasa salah dengan pilihan kita
sekarang, toh pada akhirnya kita akan belajar dari semua proses tersebut.
Yang salah adalah jika kita berhenti di tempat, hanya karena
kita takut salah arah. Bukankah jika begitu, justru kita tidak akan
pernah tahu mana arah yang benar dan terbaik?

Komentar
Posting Komentar