Aku
pernah bilang di salah satu caption reels-ku kalau satu dari
dua alasanku pengen nganggur setelah lulus kuliah adalah
supaya bisa mengiyakan sebanyak-banyaknya ajakan random, yang sepertinya
benar-benar Allah realitakan dengan sangat baik;
Karena dari banyaknya orang yang mencita-citakan jadi
content creator, aku termasuk yang tidak. Bisa kalian lihat dari
konten-kontenku yang lebih mementingkan kemauanku daripada apa yang dicari oleh
orang.
Makanya aku gak pernah membayangkan kalau kesempatan ini
akan datang, lebih-lebih ke akunku yang followers-nya tidak seberapa itu. Tapi
kalau brand-nya saja sudah percaya, ya kenapa harus aku yang meragukan diriku
sendiri, bukan?
Maka akhirnya aku iyakan, berbekal mindset belajar. Kalau kalian tanya apakah aku puas dengan hasilnya? Sebenarnya jawabannya adalah tidak.
Rasa-rasanya masih ada banyak hal yang seharusnya bisa lebih baik, tapi karena batas kemampuanku juga belum bisa menjawab apa lagi yang bisa aku perbaiki, maka aku simpulkan kalau aku sudah melakukan yang terbaik sebisaku.
Lagipula brand-nya juga sudah acc; jadi kenapa harus aku
yang repot overthinking, kan?
Ada banyak hal baru yang aku pelajari dari pengalaman ini. Hm,
sebenarnya gak banyak dan baru juga sih, karena perencanaan dan pembuatan
konten juga udah jadi bagian dari pekerjaanku. Tapi tekanan karena aku sendiri yang
harus ada di dalam kontennya, sungguh sebuah pelajaran.
Ada ketakutan yang harus aku langkahi, ada keraguan yang
harus aku perangi, ada rasa ingin menyerah saja yang harus terus aku tegaskan
padanya; bahwa aku ingin bertumbuh, maka tolong jangan batasi.
Entah akan ada lagi atau tidak tawaran serupa, tapi fakta
bahwa aku mengiyakan ‘ajakan’ kali ini, mungkin adalah pertanda kalau Allah sedang menyiapkan
‘ajakan’ di luar prediksi lainnya?
Entahlah, tapi aku exited!

Komentar
Posting Komentar