Memikirkan Cara Berpikir

 

Sumber: pinterest

Masih dari buku Good Strategy Bad Strategy, dikatakan bahwa kebanyakan orang saat ditanya soal solusi dari sebuah masalah, pasti akan langsung menyampaikan sebuah solusi yang menurutnya bisa menyelesaikan masalah tersebut.

Tapi jarang ada yang mempertanyakan terlebih dahulu, dari mana solusi tersebut kita dapatkan? Apakah masalah yang kita simpulkan itu benar-benar masalahnya? Apa alasan kita mengambil solusi tersebut? Apakah masih ada sudut pandang lain dalam melihat masalah yang sama?

Sebenarnya kalau mau ikutin pembahasan di buku, dia mengajarkan kita untuk memiliki banyak cara pandang; yang asalnya dari mentor-mentor. Jadi saat ada sebuah masalah, kita ikut membayangkan sekiranya apa yang akan dipikirkan si A, si B, si C, dll dalam menanggapi masalah tersebut. Lalu kita pilih yang mana sekiranya paling bijak.

Tapi menurutku ini masih terlalu berat, karena tentu perlu butuh banyak sekali pengalaman untuk bisa sampai di titik tersebut. Tapi juga, ini menarik karena cukup relate dengan salah satu materi yang pernah sajang sampein; yaitu berpikir mendasar.

Berpikir mendasar berarti memikirkan sesuatu sampai ke akar-akarnya. Bukan sekedar masalahnya apa dan solusinya apa, tapi juga bagaimana masalah tersebut bisa terjadi? Apa sebab utamanya? Solusi apa yang bisa dipakai untuk bisa mencegah masalah yang sama ke depannya, bukan sekedar mengatasinya sekarang?

Misalnya dalam kasus kemiskinan, pemberian bantuan kepada orang-orang miskin hanyalah masalah dan solusi yang ada dipermukaan. Tapi apakah masalahnya benar-benar ‘kemiskinan’?

Kalau ditarik terus ke atas jawabannya bisa panjang, ada peraturan yang tidak adil, sistem keuangan yang merugikan, pendidikan yang tidak ditingkatkan, dan banyak hal lainnya yang pada akhirnya membuat kemiskinan tersebut terjadi.

Sebuah masalah yang baru bisa benar-benar kita temukan, setelah berpikir mendasar, bukan sekedar apa yang ada di permukaan. Dan saat suatu masalah sudah ditemukan dasarnya, maka akan berbeda juga solusi efektif yang perlu diterapkan.  

Caranya sesederhana kita menanyakan ulang, sekiranya apa alasan kita mengambil sebuah keputusan? Pertimbangkan kembali cara berpikir kita saat mengambil keputusan tersebut, apakah sudah yang terbaik? Apakah masih ada kemungkinan lain? Apakah ada sudut pandang lain yang bisa dipakai?

Dengan begitu kita akan bisa menyelesaikan sebuah masalah tidak hanya berdasarkan apa yang ada di permukaan aja, tapi juga sampai ke akar-akarnya. Menggunakan solusi, yang kita sendiri pahami kenapa dan bagaimana akhirnya solusi tersebut bisa kita dapatkan.  

 

 

 

Komentar