![]() |
| Source: pinterest.com |
Aku pernah!
Ternyata konsep “usaha tidak akan mengkhianati hasil” tidak sepenuhnya benar, jika dipakai pada perkara duniawi. Sebab ada peran bakat di sana, dan jangan lupakan juga takdir.
Karena kalau sudah takdir, mau usahanya besar atau kecil, sesuatu tersebut pasti akan tetap seseorang dapatkan. Berarti usaha kita
sia-sia dong? Ini yang sempat terlintas di kepalaku.
Enggak. Ternyata jawabannya gak sama sekali. Karena konsep “usaha tidak akan mengkhianati hasil” memang tidak berlaku pada perkara dunia, tapi berlaku pada perkara akhirat.
Semua yang kita usahakan, besar kecilnya akan dinilai
sama besar dengan usaha kita. Di sinilah pentingnya meniatkan segala sesuatu
untuk ibadah, agar segala usaha kita di dunia tidak pernah sia-sia.
Jadi sebenarnya kalau mau ideal konsepnya begini: Kita berusaha maksimal
untuk dipertanggungjawabkan di hadapanNya. Tapi untuk perkara hasil, sepenuhnya
bukan urusan kita lagi.
Walaupun aku akui konsep ini cukup sulit dalam penerapannya; tak jarang saat berhasil kita masih merasa bahwa diri ini yang mampu dan hebat, sedangkan saat gagal menyalahkan diri sendiri yang gak becus, bodoh, ataupun semacamnya.
Padahal keduanya kurang tepat.
Iya memang bisa jadi gagal yang kita alami karena kesalahan kita sendiri, tapi jangan sampai hal tersebut malah menjadikan kita mengesampingkan keyakinan atas takdir.
Kesalahan yang kita lakukan fungsinya untuk mengingatkan diri bahwa ada
yang perlu diperbaiki ke depannya, bukan untuk merendahkan
diri kita yang sekarang.
Jadi apa jawaban dari kenapa kita merasa dikhianati? Sebab kita masih menggantungkan perkara hasil pada usaha diri kita sendiri.
Padahal kalian tahu kekecewaan terbesar jika kita berharap kepada siapa? Manusia! Dan diri kita sendiri adalah bagian dari manusia tersebut.
Sebuah proses memang; menggeser sudut pandang bahwa hasil yang kita dapatkan di dunia tidak selalu berbanding lurus dengan usaha.
Tapi yakinlah, bahwa semua yang terjadi dan kita dapatkan pasti sudah
yang terbaik. Apapun perannya, di manapun tempatnya, pastilah ada sesuatu yang
Allah mau kita berkontribusi di dalamnya.

Komentar
Posting Komentar