Perjalanan Mencari Tuhan 08: Aku Sudah Menemukan Tuhan

Sekian sudah perjalananku!

Perjalanan yang membuatku sadar bahwa pernyataan “manisnya iman" itu nyata adanya.

Setelah menyadari bahwa ternyata bukan hanya aku aja yang punya pertanyaan-pertanyaan ini di kepala, aku memilih untuk membagikan kisahku. Dengan harapan kalian yang punya pertanyaan sama, bisa mendapat jawabannya di sini. Atau ya setidaknya kalian jadi tahu kalau kalian tidak sendiri.

Aku berharap episode ini bisa hadir sebagai jembatan. Agar kalian tahu bahwa tak masalah untuk punya pertanyaan-pertanyaan tentang tuhan. Justru sebaiknya segera ditanyakan dan dicari jawabannya, agar aqidah yang kita miliki bisa kokoh berdasarkan landasan pemikiran, bukan sekedar ikut-ikutan.

Sebab jika aqidah saja belum selesai, ke depannya akan sulit untuk seseorang bisa menerima syariat secara gamblang dan berlapang dada. 

Bayangkan saja, jawaban dari setiap syariat yang Allah turunkan adalah “Karena sudah perintahNya”. Tapi bagi mereka yang logikanya belum terpuaskan, pasti akan mudah menyanggah syariat berdasarkan logikanya sendiri.

Misalnya aja gini, “Kenapa harus sholat, toh kan esensi dari sholat adalah mengingatNya, maka dengan berdzikir saja sudah cukup dong?” “Gapapa gak pakai kerudung, asal hatinya baik” Mungkin secara logika kalimat ini bisa diterima, tapi tidak begitu seharusnya syariat dipandang. Tidak dengan logika manusia.

Bagi mereka yang belum selesai dengan aqidahnya, jawaban “Karena sudah perintahNya” tidak akan pernah cukup. Termasuk untuk aku, sebelum ‘menemukan tuhan’. 

Setelah menemukan tuhan kita akan paham bahwa syariat tidak seharusnya banyak dipertanyakan. Sebab sejak awal kita sendiri yang sudah berkomitmen untuk taat kepada yang memerintahkannya.

Bisa jadi cerita-ceritaku masih belum cukup menjawab pertanyaan kalian. Tidak apa. Itu tandanya ada misi besar milik kalian sendiri untuk mencari jawaban-jawaban tersebut. Dan aku harap, kalian juga akan mencari jawabannya sampai ketemu.

Dengan selesainya episode ini, selesai juga sharing aku dalam persoalan tuhan. Insyaallah bakal aku lanjutin dengan sharing persoalan syariat, jelas bukan dari sudut pandang hukum fiqih tentu saja.

Karena selayaknya aku belum menerima keberadaan tuhan, begitu juga aku belum menerima syariat. Dan sebagaimana aku mengakui keberadaan tuhan lewat logika, begitu juga aku mulai menerima keberadaan syariat lewat logika dan tentu dengan hati yang sudah lapang.

Sekian dulu untuk hari ini. Kalau ada kebaikan yang kalian dapat, aku akan sangat senang jika kalian juga membagikannya ke sekitar kalian. Sampai jumpa di kesempatan berikutnya!

 

Komentar