Dulu aku termasuk yang gak suka dengan islam karena banyaknya aturan di dalamnya,
“Kenapa kita harus terikat dengan begitu banyak aturan?”
“Kenapa pula kita gak boleh hidup ‘bebas’ aja?”
Yang aku sadari saat itu, sebagian besar gambaran kebebasan berasal dari
barat. Media yang banyak menggambarkan bahwa kebebasan adalah saat seseorang
memiliki kendali penuh atas dirinya sendiri. Terserah orang tersebut mau dia
apakan tubuhnya; pakai pakaian apa yang mau ia pakai, makan makanan apa yang
mau ia makan, fisiknya mau dia ubah atau gambar, terserah. Pokoknya semua boleh-boleh aja.
Padahal kalau pertanyaannya dibalik, bebas seperti apa sih yang sebenarnya
sedang aku —atau bahkan kita— cari? Hm iyaya, aku sendiri juga bingung. Sebenarnya
apa sih kebebasan itu?
Apakah kebebasan bergaul yang berujung tingginya angka aborsi? Atau
kebebasan makan dan minum yang berujung tingginya tingkat obesitas? Atau malah
bebasnya sistem yang membuat nyawa warga kelas rendah menjadi begitu murah? Sepertinya
tidak terdengar seperti sebuah kebebasan, jika pada akhirnya berujung petaka.
Padahal aku yakin, yang sebenarnya semua orang cari dari sebuah kebebasan
adalah rasa aman, tenang, dan senang.
Baru lah di situ aku mulai melirik kepada islam, memang konsep ‘kebebasan’
seperti apa yang islam tawarkan? Ternyata jawabannya cukup mengagumkan. Sesuatu
yang tidak akan membuat hati kita lelah dan lemah; yaitu bebas dari kekangan
hawa nafsu.
Sejak belajar aku jadi paham, ternyata aturan yang islam perintahkan tidak hadir untuk mengekang kebebasan, melainkan untuk mengenalkan kebebasan yang sesungguhnya; kebebasan yang tidak akan merusak fisik maupun batin kita.
Karena
kalau dipikir-pikir, apa pula gunanya kalau kita bisa terlihat bebas di luar
tapi tidak pernah bisa merasa tenang di dalam, bukan?
Memahami bahwa kita hanya ciptaan dan pencipta kita pasti lah yang paling paham
tentang kita, menjadikan taat pada aturanNya menjadi opsi yang paling
menjanjikan, dibandingkan dengan mengikuti aturan yang dibuat oleh manusia
sendiri.
Mungkin akan ada beberapa konsep buatan manusia yang gak kalah bagus di mata
kita, tapi perlu diingat bahwa penilaian kita begitu terbatas. Mungkin kita
dapat berkata konsep tertentu bagus meskipun menyalahi islam. Tapi hal tersebut
bisa terjadi, hanya karena kita tidak bisa melihat kerusakan apa yang akan
ditimbulkan jika konsep tersebut dijalankan.
Feminisme misalnya. Secara konsep feminisme memang baik, membela hak-hak
perempuan. Tapi mau sampai mana? Mereka tidak punya batas hak-hak tersebut harus
di bela sampai mana, sehingga ujung-ujungnya perempuan sendiri yang bisa rugi dari
konsep yang mereka ciptakan tersebut.
Aku belajar untuk memahami konsep ini tidak dalam waktu yang sebentar. Ada
cukup banyak perdebatan batin yang aku lewati, karena yaa…. ada beberapa
aturanNya yang seringkali tidak aku suka.
Tapi balik lagi, ujungnya ada pada penerimaan. Ternyata. Bahwa kita hanyalah
ciptaan, yang mana prestasi terbaiknya adalah berfungsi sesuai dengan yang
pencipta kita inginkan. Dan kelengkapan tata cara hidup sesuai dengan keinginan
Sang Pencipta? Adalah sebuah hadiah berharga yang pencipta beri kepada ciptaanNya,
bukan sebuah kekangan.
Sekian dulu untuk hari ini. Kalau ada kebaikan yang kalian dapat, aku akan
sangat senang jika kalian juga membagikannya ke sekitar kalian. Sampai jumpa di
kesempatan berikutnya!
Komentar
Posting Komentar