Perjalanan Mencari Tuhan 07: Kenapa Islam Punya Banyak Aturan?

Dulu aku termasuk yang gak suka dengan islam karena banyaknya aturan di dalamnya,

“Kenapa kita harus terikat dengan begitu banyak aturan?”

“Kenapa pula kita gak boleh hidup ‘bebas’ aja?”

Yang aku sadari saat itu, sebagian besar gambaran kebebasan berasal dari barat. Media yang banyak menggambarkan bahwa kebebasan adalah saat seseorang memiliki kendali penuh atas dirinya sendiri. Terserah orang tersebut mau dia apakan tubuhnya; pakai pakaian apa yang mau ia pakai, makan makanan apa yang mau ia makan, fisiknya mau dia ubah atau gambar, terserah. Pokoknya semua boleh-boleh aja.

Padahal kalau pertanyaannya dibalik, bebas seperti apa sih yang sebenarnya sedang aku —atau bahkan kita— cari? Hm iyaya, aku sendiri juga bingung. Sebenarnya apa sih kebebasan itu?

Apakah kebebasan bergaul yang berujung tingginya angka aborsi? Atau kebebasan makan dan minum yang berujung tingginya tingkat obesitas? Atau malah bebasnya sistem yang membuat nyawa warga kelas rendah menjadi begitu murah? Sepertinya tidak terdengar seperti sebuah kebebasan, jika pada akhirnya berujung petaka. Padahal aku yakin, yang sebenarnya semua orang cari dari sebuah kebebasan adalah rasa aman, tenang, dan senang.

Baru lah di situ aku mulai melirik kepada islam, memang konsep ‘kebebasan’ seperti apa yang islam tawarkan? Ternyata jawabannya cukup mengagumkan. Sesuatu yang tidak akan membuat hati kita lelah dan lemah; yaitu bebas dari kekangan hawa nafsu.

Sejak belajar aku jadi paham, ternyata aturan yang islam perintahkan tidak hadir untuk mengekang kebebasan, melainkan untuk mengenalkan kebebasan yang sesungguhnya; kebebasan yang tidak akan merusak fisik maupun batin kita. 

Karena kalau dipikir-pikir, apa pula gunanya kalau kita bisa terlihat bebas di luar tapi tidak pernah bisa merasa tenang di dalam, bukan?

Memahami bahwa kita hanya ciptaan dan pencipta kita pasti lah yang paling paham tentang kita, menjadikan taat pada aturanNya menjadi opsi yang paling menjanjikan, dibandingkan dengan mengikuti aturan yang dibuat oleh manusia sendiri.

Mungkin akan ada beberapa konsep buatan manusia yang gak kalah bagus di mata kita, tapi perlu diingat bahwa penilaian kita begitu terbatas. Mungkin kita dapat berkata konsep tertentu bagus meskipun menyalahi islam. Tapi hal tersebut bisa terjadi, hanya karena kita tidak bisa melihat kerusakan apa yang akan ditimbulkan jika konsep tersebut dijalankan.

Feminisme misalnya. Secara konsep feminisme memang baik, membela hak-hak perempuan. Tapi mau sampai mana? Mereka tidak punya batas hak-hak tersebut harus di bela sampai mana, sehingga ujung-ujungnya perempuan sendiri yang bisa rugi dari konsep yang mereka ciptakan tersebut.

Aku belajar untuk memahami konsep ini tidak dalam waktu yang sebentar. Ada cukup banyak perdebatan batin yang aku lewati, karena yaa…. ada beberapa aturanNya yang seringkali tidak aku suka.

Tapi balik lagi, ujungnya ada pada penerimaan. Ternyata. Bahwa kita hanyalah ciptaan, yang mana prestasi terbaiknya adalah berfungsi sesuai dengan yang pencipta kita inginkan. Dan kelengkapan tata cara hidup sesuai dengan keinginan Sang Pencipta? Adalah sebuah hadiah berharga yang pencipta beri kepada ciptaanNya, bukan sebuah kekangan.

Sekian dulu untuk hari ini. Kalau ada kebaikan yang kalian dapat, aku akan sangat senang jika kalian juga membagikannya ke sekitar kalian. Sampai jumpa di kesempatan berikutnya!

Komentar