Kuliah itu Penting atau yang Penting Kuliah?

 

Kalian termasuk tim yang menganggap bahwa kuliah itu penting, atau tim yang penting kuliah? Kalau aku sendiri, tim yang penting kuliah! Wkwk.

“Emang sebenarnya, kuliah itu untuk apa sih?” Pertanyaan yang berputar dikepalaku 2 tahun terakhir. 

Kalau orang bilang kuliah itu untuk mencari ilmu dan bukan sekedar untuk mengejar ijazah, aku malah merasa pernyataan ini kurang tepat. Karena bukankah ilmu bisa didapat di mana saja, sedangkan ijazah hanya bisa didapat dengan jalur kuliah? 

Jadi aku rasa, mungkin alasan kuliah untuk mengejar ijazah jauh lebih masuk akal daripada sekedar ingin menuntut ilmu.

Aku sendiri kuliah dengan alasan utama ingin berpetualang, dan memenuhi harapan orang tua yang ingin setiap anaknya merasakan bangku kuliah. Makanya kalaupun memang harus kuliah, aku memilih untuk kuliah di luar negeri dengan harapan akan ada lebih banyak pengalaman baru yang bisa aku dapatkan.

Aku sendiri percaya bahwa setiap orang punya kemampuan yang berbeda. Ada mereka yang menikmati perjalanan akademisnya, ada juga mereka yang tidak. Aku sendiri termasuk yang tidak. 

Bagiku sekarang, kuliah adalah bagian dari petualangan yang perlu diselesaikan saja. Jika ada kebaikan di dalamnya, ya ambil. Jika ada keburukan, ya buang. Udah sebatas itu, tanpa ada target muluk-muluk di dalamnya.

Makanya aku seneng banget pas tahu di Turki ada program D3 yang cuma 2 tahun. Walaupun berujung jadi sering ditanya, “Ih kok nanggung gak sekalian ambil S1?” kalo lagi ngobrol sama orang, tapi aku sendiri yakin ini adalah pilihan terbaik yang mau aku jalani.

Karena pertama aku tetap akan merasakan bangku kuliah seperti harapan orang tuaku, dan kedua pembelajaranku akan lebih banyak berbentuk praktek dibandingkan teori.

Dari pilihan ini aku jadi belajar, ternyata gak ada yang salah dari apakah seseorang merasa kuliah itu penting, yang penting kuliah, ataupun gak kuliah sama sekali. Karena ternyata poinnya bukan ada pada kuliah itu sendiri, melainkan apa yang ingin didapatkan di tengah-tengah perjalanannya.

Apakah ilmunya, pengalamannya, tekniknya, koneksinya, ijazahnya, atau apa? Karena akan sangat merepotkan kalau kita belum punya tujuan.

Mungkin bentuk tujuan kita belum sepasti “menjadi dokter”, tapi memastikan bahwa kita tahu apa yang mau kita dapatkan dari pilihan yang kita ambil sekarang ini adalah poin yang paling krusial. 

Karena bagaimana kita akan bisa mengukur apakah kita sudah mendapatkan apa yang kita butuhkan atau belum di sepanjang perjalanannya, jika kita saja belum tahu apa tujuan kita?

Bagaimana kalau ternyata tujuan kita bisa dicapai tanpa jalur kuliah misalnya, kenapa pula kita harus kuliah, bukan? Apa jangan-jangan hanya karena gengsi? Atau karena orang-orang sekitar? Atau, apa?

Aku sendiri mengambil pendapat yang penting kuliah karena merasa yang aku butuhkan adalah tahu bagaimana konsep kuliah itu sendiri; makanya dengan mengambil D3 saja sudah cukup. Aku gak merasa salah dan aneh dengan pilihanku tersebut. Justru aku merasa ini adalah pilihan terbaik.

Jadi bagaimana dengan kalian, apa tujuan kalian berkuliah?

Sekian dulu untuk hari ini. Kalau ada kebaikan yang kalian dapat, aku akan sangat senang jika kalian juga membagikannya ke sekitar kalian. Sampai jumpa di kesempatan berikutnya!

Komentar